« Home | Dampingi Mereka, Mereka Memang Membutuhkan » | Tuuut Tut Gujes Gujes, Wak Waww... » | Ngimpi Jalan-jalan ke Ho Chi Minh City » | Nge-blog Jadi Tambah Gampang » | Balon Tiup » | Eskrim Rasa Unik » | Anak: Sejuta Misteri » | Ramadhan Mubarak » | Cacing di Singapura » | Nonton Madagaskar sambil baring »

Yang Penting Kaldunya

Pagi ini saya membaca sebuah tulisan mengenai Rudi Choirudin di Kompas online. Saya rasa sebagian besar perempuan dewasa Indonesia mengenal Rudi karena seringnya dia muncul di tivi. Rudi lebih suka disebut sebagai pelestari masakan Indonesia.

Saya mendapati sebuah kutipan yang menarik tentang kaldu untuk masakan berkuah:

Bagaimana Anda menanggapi pendapat bahwa masakan Indonesia itu rumit?

Itu karena mereka tidak tahu. Dengan bumbu dasar, segalanya menjadi mudah. Contoh lain, membuat kaldu.Kaldu yang baik itu terbuat dari tulang, daging, dan merpoa.


Merpoa adalah kulit wortel, seledri,dan daun bawang atau bawang
bombai. Satu kilogram tulang bisa direbus dengan 10-20 liter air. Merebusnya harus empat jam agar kaldunya keluar semua jadi gurih. Kaldu itu penting karena walaupun bumbunya salah,tetapi kalau kaldunya enak, masakan itu tetap enak.

Berbeda hasilnya jika bumbu benar tetapi kaldu tidak enak. Kunci masakan itu di kaldu. Kaldu juga bisa disimpan di freezer.
Dengan bumbu dasar dan kaldu ini, setidaknya tidak ada alasan lagi untuk tidak membuat masakan Indonesia.

Keluarga modern sekarang jarang membuat masakan Indonesia dengan alasan repot.Kalau semua keluarga berpikiran masakan Indonesia repot, bisa-bisa masakan Indonesia semakin tidak dikenal oleh generasi mendatang. Lagi pula posisi masakan seorang ibu sangat penting di dalam keluarga.Masakan ibu mengikat batin seluruh anggota keluarganya.


Kutipan pernyataan Rudi di atas meneguhkan kepercayaan saya selama ini bahwa proses pembuatan kaldu memang menentukan hasil [alias rasa]. Sekaligus menjawab pertanyaan Febi tentang soto betawi.

Oya, sedikit melenceng: saya pernah disuguhi pangsit kuah di resto Islamic Centre, Wan Chai, Hong Kong. Kuahnya bukan main sedapnya. Katanya, dibuat dari kaldu tulang sapi yang direbus selama 6 jam. Waaw...

yak, disinilah slow cooker menjadi sanghat berguna, tinggal cemplung pagi2, biarkan 6-7 jam, dan jadi sup utk malam

merpoanya itu diapain?ikut direbus juga selama 4 jam?truz,klo disini tulang sapi disini ada gitu?apa pake iga?

Info Resep Masakan, makanan, Minuman, juice, Indonesian food Recipe.
http://www.kitchens4cooking.com

Saya juga ya bbu...

Ikutan di belakang ijin ya .. trims

Ikut...ikut...ikut... trims

Saking Jogja kanthi tuhu tresno... sugeng tepang

Post a Comment