Thursday, October 27, 2005

Saya Engga Mudik...

Lebaran semakin dekat. Teman-teman sudah banyak yang mengucapkan Selamat Idul Fitri, Maaf lahir batin, Semoga Allah menerima amal ibadah kita, dll. Tak sedikit juga yang sibuk mengemas pakaian dan oleh-oleh untuk dibawa mudik. Atau bahkan ada yang telah leha-leha berkumpul bersama keluarga di kampung halaman? Senangnya…

Ini lebaran yang kesekian kalinya di Singapore. Jauh dari keluarga dan sanak saudara. Tadinya tak ingin sedih, tak mau menangis. Cengeng kesannya. Tapi, tak berhasil saya menahan airmata. Apalagi tadi mendengar takbiran di rumah teman saya. Juga kemarin mendengar suara papa diujung horn telepon dan malam sebelumnya ngobrol dengan adik perempuan di seberang pulau. Sedih, tentu saja…

Dimanapun berada adalah bumi Allah, memang benar. Dimanapun berpijak, akan berjumpa dengan teman-teman, tetangga dan saudara baru, mungkin. Tak akan sepi. Saya pun setuju. Tapi, tanah air, tempat saya dilahirkan hanya satu. Mama, papa, adik-adik, handai taulan, sahabat-sahabat berada disana. Merayakan idul fitri bersama. Menikmati takbiran sambil mengaduk-ngaduk rendang, kuah opor dan menata kue-kue lebaran untuk dinikmati bersama setelah shalat ‘Id nanti.

Mudik di hari raya dengan di hari libur biasa memang terasa bedanya. Nuansa kemesraannya tak sama. Ada sungkem dan maaf-maafan disana. Ada peluk hangat dan tangis haru penuh penyesalan atas salah yang pernah diperbuat terhadap teman, terhadap tante, terhadap adik, terhadap kakak, terhadap….orangtua.

Duh, saya kok jadi mellow ya?

Padahal, sudah ada rencana berlebaran bersama teman-teman setanah air di Singapore, lumayan untuk mengobati rindu akan kampung halaman dan orang-orang tercinta, tapi…rindu itu…

Ah,…saya hapus airmata ini,
Ada yang lebih patut untuk disesali dari ‘sekedar’ tak bisa mudik di lebaran kali ini…
Lebih baik dinikmati saja kangen ini. Bukankah lebih indah rasanya pertemuan yang didahului dengan kerinduan?

........
Spore, matahari sudah tinggi

Monday, October 24, 2005

Yang Penting Kaldunya

Pagi ini saya membaca sebuah tulisan mengenai Rudi Choirudin di Kompas online. Saya rasa sebagian besar perempuan dewasa Indonesia mengenal Rudi karena seringnya dia muncul di tivi. Rudi lebih suka disebut sebagai pelestari masakan Indonesia.

Saya mendapati sebuah kutipan yang menarik tentang kaldu untuk masakan berkuah:

Bagaimana Anda menanggapi pendapat bahwa masakan Indonesia itu rumit?

Itu karena mereka tidak tahu. Dengan bumbu dasar, segalanya menjadi mudah. Contoh lain, membuat kaldu.Kaldu yang baik itu terbuat dari tulang, daging, dan merpoa.


Merpoa adalah kulit wortel, seledri,dan daun bawang atau bawang
bombai. Satu kilogram tulang bisa direbus dengan 10-20 liter air. Merebusnya harus empat jam agar kaldunya keluar semua jadi gurih. Kaldu itu penting karena walaupun bumbunya salah,tetapi kalau kaldunya enak, masakan itu tetap enak.

Berbeda hasilnya jika bumbu benar tetapi kaldu tidak enak. Kunci masakan itu di kaldu. Kaldu juga bisa disimpan di freezer.
Dengan bumbu dasar dan kaldu ini, setidaknya tidak ada alasan lagi untuk tidak membuat masakan Indonesia.

Keluarga modern sekarang jarang membuat masakan Indonesia dengan alasan repot.Kalau semua keluarga berpikiran masakan Indonesia repot, bisa-bisa masakan Indonesia semakin tidak dikenal oleh generasi mendatang. Lagi pula posisi masakan seorang ibu sangat penting di dalam keluarga.Masakan ibu mengikat batin seluruh anggota keluarganya.


Kutipan pernyataan Rudi di atas meneguhkan kepercayaan saya selama ini bahwa proses pembuatan kaldu memang menentukan hasil [alias rasa]. Sekaligus menjawab pertanyaan Febi tentang soto betawi.

Oya, sedikit melenceng: saya pernah disuguhi pangsit kuah di resto Islamic Centre, Wan Chai, Hong Kong. Kuahnya bukan main sedapnya. Katanya, dibuat dari kaldu tulang sapi yang direbus selama 6 jam. Waaw...

Friday, October 21, 2005

Dampingi Mereka, Mereka Memang Membutuhkan

Pagi ini saya [lebih banyak] mendengarkan [daripada melihat] sebuah ulasan mengenai Poetri Soehendro di RCTI. Mbak Poetri ini menceburkan diri dengan penuh cinta ke dunia dongeng untuk anak.

Gaya mendongeng dengan bonekanya memang sangat menarik. Bukan cuma untuk anak-anak tapi juga untuk orang dewasa. Kutipan kata-katanya yang paling berkesan untuk saya adalah:

'Saya suka miris kalau melihat anak-anak yang datang sendiri ke acara dongeng saya. Bukannya didampingi oleh orangtuanya, tapi cuma ditemani babysitter. Buat saya pemandangan terindah adalah anak yang mendengarkan dongeng di atas pangkuan orangtuanya sambil sesekali dibelai dan dipeluk.'

Betapa banyaknya anak yang kurang beruntung merasakan hal ini karena berbagai alasan. Saya tidak tau bagaimana kosongnya anak-anak itu tanpa sentuhan belaian orang tua. Walaupun saya juga tau bahwa manusia adalah mahkluk hidup paling sempurna dengan akal yang bisa membuat mereka bertahan hidup dalam segala kemungkinan terburuk sekalipun. Tetap saja saya tidak bisa bayangkan rasanya mandiri secara emosi dalam usia sedemikian dini.

Ah, bicara mengenai anak memang tidak ada habisnya. Begitu banyak pemikiran dan harapan tercurah buat mereka.

Tuesday, October 18, 2005

Tuuut Tut Gujes Gujes, Wak Waww...

Sesekali putri-putri kami terbangun waktu menjelang sahur. Mereka tidak ikutan makan tapi mengamati dengan seksama kegiatan kami berdua.
 
Setelah menghangatkan semua masakan atau membuat masakan baru, kami berdua siap menyantap sahur. Tivi dihidupkan. Biasanya lebih memilih nonton Stasiun Ramadhan di RCTI karena, yaah.. Sahur Untuk Semua di SCTV memang... agaaak... garing. Hehehe...
 
Sahur pagi tadi harus dilewati dengan penjelasan panjang berliku. Gara-garanya Hanan protes:
Manaaa??? Tuuut Tut Gujes Gujes, Wak Waw?
 
Walaaah... hiya... Tidak ada siaran sahur di RCTI! Yang ada pertandingan sepak bola antara MU dengan entahlah siapa.
 
Kita nonton SCTV aja ya, Nak.
Mboten, mboten. Mana Tut Tut Gujes Gujes??
Nggak ada, Nak. Soalnya liat nih ini RCTI, lagi ada sepakbola. Tut Tut-nya ilang.
Huwaaaaa.... [nangis].
 
Powered By Qumana

Monday, October 17, 2005

Ngimpi Jalan-jalan ke Ho Chi Minh City

Kota HCM adalah jantungnya Vietnam. kota terbesar negara itu yang dimanis dan bergairah. Ibukota perekonomian dan terdepan dalam gaya. Tapi tetap menyimpan kecantikan budaya kuno.
 
Beberapa tempat makan yang halal di HCMC:
 
Zamzam (Taj Mahal)
 

 
Nisa Restaurant
 
 
Amara Hotel Café
 
 
Beberapa tempat menarik antara lain:

Jade Emperor Pagoda @ 73 D Mai Thi Luu, Da Kao. Dibangun pada tahun 1909. Merupakan salah satu pagoda yang paling spektakuler di HCMC.

Cho Ben Thanh Market, pasar sagala aya yang paling tepat dikunjungi pada pagi hari untuk ikut tercebur dalam getaran kesibukan pembeli dan pedagang.

Dong Khoi, jalan yang merupakan pusat belanja HCMC. Pilihan yang menarik untuk berbelanja antara lain sutera, bordir, dan alat rumah tangga. Toko-toko biasanya buka antara jam 8 pagi sampai jam 7 malam.

Cao Dai Holy See Temple
  Cholon (District 5)
City Hall
  Cu Chi Tunnels
  Emperor Jade Pagoda (Phuoc Hai)
  General Post Office (Buu Dien)
  Giac Lam Pagoda
  Ho Chi Minh City Museum
  Notre Dame Cathedral
  Reunification Palace
Saigon Opera House (Ho Chi Minh Municipal Theater)
  Vietnam History Museum
War Remnants Museum

Konjen RI di HCMC [sumber dari sini]:

HO CHI MINH CITY, VIETNAM
Consulate General of the Republic of Indonesia
18, Phung Khac Khoan Street - 1st District
Ho Chi Minh City, Vietnam
Phone : (84.8) 251-888, 251-889, 223-839, 223-799
Fax. : (84.8.) 299-493
Telex : 813152 INDHCM VT
Cable : indonesia vietnam

Nge-blog Jadi Tambah Gampang

Saya buat entry ini dengan Qumana editor. Asik banget karena pakai alat yang satu ini, kita tidak perlu langsung masuk ke penerbit blog kita untuk menulis karangan yang baru. Kita bisa daftarkan berapapun blog milik kita ke Qumana.
 
Qumana-nya bisa diambil secara gratis dari www.qumana.com. Setelah kita download tinggal ikuti petunjuk di tur-nya Qumana. Begitu saja deh. Beberapa menit langsung beres. Beberapa fungsi Ctrl seperti di MS Word juga bisa kita pakai di Qumana editor. Upload foto juga jadi lebih mudah dan cepat. Selamat mencoba!
 
 

Tuesday, October 11, 2005

Balon Tiup

Waktu kecil dulu, di toserba-toserba dan warung di Bandung / Jakarta kita bisa mendapatkan balon tiup merek AAA. Balon-balon yang asalnya dari pasta warna-warni dari tube kecil ini ditiup dengan sedotan kecil berwarna kuning. Besar kecilnya balon ditentukan dari berapa banyak pasta yang dipakai dan tiupan udara yang pas, tidak terlalu kencang.

Setelah lulus SD saya tidak main balon-balonan lagi. Namun balon AAA itu tetap terkenang di hati sebagai kenangan masa kecil. Dulu, setiap kali diajak ibu ke toko, saya hanya boleh membeli satu barang. Satu barang itu adalah balon AAA.

Dan... waktu kemarin saya main ke Serene Centre, Bukit Timah, Singapore, tebak apa yang saya temukan.... Balon AAA! Balon ini dijual di toko mainan melayu segala ada di lantai dua Serene Centre. meski mereknya sekarang bukan lagi AAA, melainkan Bestman (produksi PT Batman Kencana), tapi jelas buatan Indonesia. Saya tidak ingat harganya, kayaknya sekitar $2. Wah, nanti kalau anakku sudah agak gede, saya akan beri mainan ini, supaya masa kecilnya sama indahnya dengan masa kecil saya :>

Eskrim Rasa Unik

Mau cari eskrim sedap buatan rumahan dengan rasa unik? Silakan datang ke "Island Creamery" di simpangan Bukit Timah dengan Jalan Serene, di dalam gedung Serene Centre di pojok sebelah kiri dekat bengkel. Tempatnya nyempil di pojokan, jangan harap ada kursi2 nyaman macam di starbucks. Meja kursi yang ada pun ditaruh seadanya sepajang selasar tempat orang lalu lalang. Sekilas tempatnya kelihatan seperti agak berantakan. Lantas saya disambut dengan ramah oleh mbak-mbak pelayan toko. Wah tumben, ada keramahan yang spontan di Singapura ini.


Setelah diintip, ternyata yang dijual di sini bukan eskrim biasa. Kayaknya ga ada deh eskrim biasa seperti coklat, strawberry, atau vanilla. Yang ada adalah eskrim dengan rasa-rasa unik contohnya: apple pie, fresh banana, sugar free, soursop alias sirsak, coconut, peanut butter, M&Ms, Latte, caramel, durian dan .... siap-siap.. rasa horlicks, pulot hitam, dan teh tarik!


Lantas saya pesan semangkuk eskrim double scoop ($4.00). Wah, kaget juga ketika mangkok eskrim tiba di tangan saya, porsinya gede juga! (single scoop juga ada, $2.50)


Mulailah saya menikmati sesendok demi sesendok eskrim buatan rumahan ini. Wah, lembut banget, dan kerasa terbuat dari bahan natural tanpa bahan kimia tambahan atau pengawet. Beda rasanya dengan eskrim buatan pabrik. Dan rasanya juga gak bikin enek meskipun harus makan porsi segitu gede. Dan rasa teh tariknya begitu mirip dengan teh tarik beneran!


Bahkan, saya dengar dari seorang teman, orang-orang bisa juga mengusulkan atau memesan rasa eskrim sesuai yang dia suka. Wah boleh dicoba tuh sapa tau bisa bikin eskrim rasa sambal sotong.


Tak terasa saya nongkrong di sono hampir dua jam. Semakin malam, semakin banyak pelanggan datang ke kios ini. Ternyata, si penunggu toko mengenal baik pelanggan2 kecil mereka, mereka hafal rasa-rasa kesukaan anak-anak itu. Tumben-tumben, ada servis macam begini di Singapura, saya pikir.


Saat pulang, tidak lupa saya beli satu bakul eskrim teh tarik isi setengah liter. Cocok untuk buka puasa! Agak mahal, $8.00, tapi kalau dipikir-pikir, jauh lebih murah dari haagen dasz atau baskin robbins. Apalagi, untuk eskrim buatan rumahan! Pasti saya akan kembali ke tempat ini, karena selain eskrimnya enak, pelayanannya juga ramah!

Monday, October 10, 2005

Anak: Sejuta Misteri

Adik dan suaminya sudah 5 tahun menunggu buah hati. Belum juga merasakan karunia itu. Sepupu dan suaminya sudah 4 tahun menanti. Sementara sepasang sahabat sudah 7 tahun lebih menjalani hari tanpa tangisan anak.

Di Jakarta sahabat lain sudah 5 tahun bergulat di antara kebimbangan ingin punya anak atau tidak. Di awal pernikahan mereka ingin segera punya momongan. Setelah beberapa tahun menunggu, melakukan tes ini tes itu, terapi anu, dan tak henti berdoa, kini mereka mulai berdamai dengan kenyataan.

Padahal di belahan lain, begitu banyak perempuan yang melahirkan tanpa niat awal ingin punya anak. Bahkan banyak yang belum sampai dilahirkan, janin sudah diusir dari rahim. Ironis memang.

Anak memang menyimpan sejuta misteri. Banyak pasangan yang menunda atau bahkan secara ekstrim menolak punya anak. Mungkin penolakan itu datang karena melihat dunia yang makin kacau dengan segala kejahatan dan kemalangan. Pasti ada saja yang berpikir apa gunanya menghadirkan manusia baru hanya untuk menyaksikan segala yang buruk.

Tapi buat banyak [mudah-mudahan sangaaat banyak] orang, anak adalah mata air kebahagiaan. Seorang sahabat saya selalu bertanya
are you happy?
pada putrinya setiap kali selesai mengajaknya jalan-jalan atau nonton pertunjukan anak-anak. Buatnya kebahagiaan sang putri adalah sebuah keberhasilan besar.

Tuesday, October 04, 2005

Ramadhan Mubarak


Buat Ibu2 IndoSingMums

Maaf lahir bathin atas kesalahan, kelalaian n kealpaan saya yang sengaja ataupun tidak. InsyaAllah tiada ganjalan di hati dari saya terhadap teman-teman semua .

Saling memaafkan adalah yang terindah.
Saling mendo'akan adalah yang terbaik.

Buat ibu2 muslim,

Selamat menunaikan Ibadah dibulan Ramadhan.

wassalam,

Lia