« Home | Anak Jawa Tumbuh di Singapura » | Jembatan Selamat Datang » | Kenapa Filem India Menarik? » | Saat Duka Menyapa Kita » | Nge-Blog Semangkin Mudah » | Katrina... » | Soto Betawi » | Selamat Tinggal ASI » | Anak-anak: Menikmati Siang yang Sumpek » | Makanan: Semuanya Menggiurkan! »

Dahsyatnya Terasi Bangka

Trima kasih dulu untuk jeng Fely. Karena terasinya-lah saya bisa tetap 'bertahan hidup'. Pernyataan ini memang bombastis, hiperbola, diperbuas, mengada-ada, dan sebagainya. Tapi demikianlah, di pulau yang tidak bisa menemukan tukang ketoprak, tukang bakso, tukang mi ayam, tukang batagor, tukang ketupat keliling ini, diperlukan berbagai cara untuk tetap bisa makan enak tapi murah tapi halal.

Ini satu dari buanyak cara.

Siapkan 11 cabe merah kecil yang bisa dibeli di pasar atau supermarket. Cabe merah kecil ini sedikit lebih besar dari cabe rawit dan rasa pedasnya meledak-ledak seperti granat. Cuci cabenya.

Siapkan ulekan.

Sementara itu bakar 1 butir besar bawang merah bersih. Kalau sudah harum baunya, masukkan ke ulekan.

Bakar 1 butir tomat kecil, setelah itu masukkan ulekan.

Masukkan cabe 11 buah tadi ke ulekan.

Tambahkan sejumput garam [sesuai selera], terasi Bangka sebesar kuku jempol saya, lalu ulek semuanya sampai halus.

Setelah halus, masukkan ke wajan kecil, tambahkan 3 sendok makan minyak goreng atau margarin lalu tumis hingga berubah warna.

Sambel siap disantap dengan nasi dan lauk. Rasanya ditanggung dahsyat bila pengolahan disertai luapan cinta.

glek...maooooooooooooooo..

apalagi sambel kayak gini dimakan sama oncom goreng yang juga TIDAK ADA di singapur, nasi putih panas2 ngepul, dan kecap bango!

ditambah kemangi gituuu bu..tambah sedappp lagee

Post a Comment