Friday, September 23, 2005

Cacing di Singapura

Pernah ketemu cacing di kamar mandi anda? Iya, di Singapura.

Berhubung nggak tinggal di rumah berhalaman tanah, saya nyaris tidak pernah melihat cacing di Singapura. Kecuali sekali.

Waktu itu habis pergi ke luar negeri. Kalau sedang ada di Jakarta, ke luar negeri bisa berarti gaya banget. Tapi di sini, di negara kota pulau ini, sedikit bosan artinya sedikit jalan artinya pergi ke luar negeri. Entah itu ke Batam atau ke Johor.

Jadi, ceritanya saya beberapa hari pergi ke Jakarta. Pulangnya, disambut banyak cacing kecil di kamar mandi. Rupanya ada cecak mati, terus bangkainya jadi media perkembangbiakan binatang entahlah. Saya juga nggak tau apa itu cacing beneran atau larva apalah.

Pokoknya ngguget-uget gitu deh. Hiiii...

Monday, September 19, 2005

Nonton Madagaskar sambil baring



Senin malam tanggal 19 Sep saya sempatkan nonton film Madagaskar di Padang yang diklaim sebagai Asia's Largest Outdoor Cinema Festival. Gratis....eh ngga sebenarnya tapi malam itu adalah dikhususkan untuk charity (CCF). Terserah mau bayar berapapun, yang penting pantes....

Filmya asyik (lucuuuu !!! Chris Rock and Ben Stiller voices), suaranya okehhh banged, dan tongkrongan enak. Bisa sambil tiduran, atau nyemil. Jadi jangan lupa bawa tikar, snek, dan minuman hangat. Pas bwt piknik keluarga. Untuk jadwal dan ticketing disini : Nokia Starlight Cinema.

Oh ya sebelum film diputar, diberi session untuk sms/mms buat sang suami atau baby lewat pesan cinta. Pesan bakal ditampilkan dilayar putih yang segeda barong itu. For info akan ada dua seri film Harry Potter tanggal 24 September. Very recommended untuk anak-anak dan keluarga.

Friday, September 16, 2005

Tulang Merah @ Pojokan Braddell

Siang ini Inong dan saya makan siang di pojokan Blok 95 dekat stasiun Braddell.

Menunya adalah tulang merah. Saya tidak tau hidangan ini dijual di mana saja, karena pengalaman saya kurang luas. Maklum sudah puas dengan yang ada di sekitar rumah, hihi...

Terdiri dari bonggolan tulang kambing yang masih ada tempelan dagingnya sedikit. Diolah sampai dagingnya empuk dengan segerobak tomat sehingga warnanya demikian merah.

Dimakan dengan roti prata kosong ataupun nasi. Rasa ditanggung tidak mengecewakan.Harga insya Allah terjangkau.

Zidan dengan semangat membara menghabiskan 1 lembar prata keju direndam kuah kari ikan.

Minumannya ambil sendiri dari lemari pendingin. Sungguh mandiri.



Sementara itu Syifa yang cool dengan santai menyantap prata kosong. Disuapi sama Bunda.

Nah, ini senyum ceria Abang Zidan!

Thursday, September 15, 2005

Pepes Ikan ala Tukang Jalan

Saya baru ngeh bahwa "wet market" di Geylang Serai itu surganya ikan dan sejenisnya. Dengan cuma SGD1.50 sudah mendapatkan ikan tuna yang lumayan gede. Saya juga menemukan kemangi walaupun dengan jenis yang berbeda (batangnya ungu dengan bau lebih kuat). Ingredient lain yang ngga boleh ditinggalkan adalah daun singkong !!

Paling asyik disajikan dengan nasi anget atau dimakan begitu aja pas BBQ. Enak, murah dan gampang.

Bahan:
1 ekor (750 gr) tuna -dengan alasan durinya ngg banyak
1 buah jeruk nipis, ambil airnya

Untuk dihaluskan :
2 sdt garam
10 cm kunyit, kupas
3 cm lengkuas
7 buah bawang merah
5 buah bawang putih
3 buah cabai merah
10 buah cabai rawit
1 kaleng/jar sauce tomat yang biasa bwt spagheti

Untuk dimasukkan dalam pembungkus
25 gr daun kemangi (atau daun basil/green pesto-nya Italy)
2 buah tomat, potong
3 batang serai, potong dua, dimemarkan
2 lembar daun salam (optional)
daun singkong atau sayur hijau lain (optional)
daun pisang + aluminium foil, untuk pembungkus


Cara Membuat:
  • Bersihkan ikan dari sisik, insang, isi perut dan siripnya. Beri beberapa sayatan pada badannya. Lumuri dengan air jeruk nipis dan 1⁄2 sdt garam, biarkan selama 30 menit.
  • Campur bahan yang dihaluskan dengan 1 sdt garam
  • Bungkus ikan bersama bumbu dengan daun pisang. Sayuran seperti daun singkong atau bayam sebagai pembungkus dasar dan luar. Jejali pula dengan daun kemangi atau basil segar
  • Lapisi dengan aluminium foil dua kali jika untuk dikukus atau dioven.
  • Untuk oven set pada temp 200C selama 40menit dan turunkan pada 180C pada 20 menit kemudian (ini karena ngga punya kukusan yang gede)
  • Untuk kukus : dalam api sedang selama 45 menit
  • Panggang di atas bara api untuk mengeluarkan air dari bungkusan.

Tuesday, September 13, 2005

Dahsyatnya Terasi Bangka

Trima kasih dulu untuk jeng Fely. Karena terasinya-lah saya bisa tetap 'bertahan hidup'. Pernyataan ini memang bombastis, hiperbola, diperbuas, mengada-ada, dan sebagainya. Tapi demikianlah, di pulau yang tidak bisa menemukan tukang ketoprak, tukang bakso, tukang mi ayam, tukang batagor, tukang ketupat keliling ini, diperlukan berbagai cara untuk tetap bisa makan enak tapi murah tapi halal.

Ini satu dari buanyak cara.

Siapkan 11 cabe merah kecil yang bisa dibeli di pasar atau supermarket. Cabe merah kecil ini sedikit lebih besar dari cabe rawit dan rasa pedasnya meledak-ledak seperti granat. Cuci cabenya.

Siapkan ulekan.

Sementara itu bakar 1 butir besar bawang merah bersih. Kalau sudah harum baunya, masukkan ke ulekan.

Bakar 1 butir tomat kecil, setelah itu masukkan ulekan.

Masukkan cabe 11 buah tadi ke ulekan.

Tambahkan sejumput garam [sesuai selera], terasi Bangka sebesar kuku jempol saya, lalu ulek semuanya sampai halus.

Setelah halus, masukkan ke wajan kecil, tambahkan 3 sendok makan minyak goreng atau margarin lalu tumis hingga berubah warna.

Sambel siap disantap dengan nasi dan lauk. Rasanya ditanggung dahsyat bila pengolahan disertai luapan cinta.

Anak Jawa Tumbuh di Singapura

Kejadian 1

Lokasi kejadian: warung Burger King, Ikea Alexandra Road.

Om Maman: Ini apa?
H1: Bebek [dengan aksen Jawa].
Om Maman: [Ha??] What's this?
H1: Pitik [aksen masih Jawa]
Om Maman: [Haaaa??? Whaaat???] Yang ini?
H1: Manuk!!
Om Maman kepada Emaknya H1: Ngomongnya Jawa ya???


Kejadian 2

Bapake: Yok kita baca buku ini!
H1: Ayoooookkk...
Bapake: Nah ini ei, bi, si....
H1: Bukan, Pak! A, BE, CE!
Bapake: Iya, A, BE, CE bahasa Indonesia. Bahasa Inggrisnya ei, bi, si.
H1: A, BE, CE!
Bapake: hmmmfffhhhh.....

Sunday, September 11, 2005

Jembatan Selamat Datang


Jembatan ini kalau dilihat dari dalam MRT waktu mendekati/menjauhi stasiun Chinese Garden, sungguh menarik hati. Rasanya dipanggil-panggil untuk mendekati jembatan itu.

Nah, kali ini akhirnya saya kesampaian juga menapakkan kaki di situ. Beginilah tampak jembatan tersebut. Berwarna, dan hitam putihnya.

Tuesday, September 06, 2005

Kenapa Filem India Menarik?

[1] Karena cowoknya ganteng dan ceweknya cantik. Filem India jaman sekarang cewek-ceweknya super langsing en tinggi. Cowoknya udah nggak beefy kayak dulu lagi.

[2] Karena selalu ada pelawaknya. Paling sering jenis yang muncul adalah orang gagap ketemu orang gagap terus berantem.

[3] Karena PASTI ada lagu-lagunya. Cowok ganteng dan cewek cantik kejar-kejaran keliling tiang atau pohon.

[4] Karena selalu ada benturan kepentingan antar dua keluarga yang menarik untuk diikuti sampai akhir.

[5] Karena suka aneh, ada pemogokan staf bandara sehingga pesawat nggak bisa terbang, trus rel kereta kerendem banjirlah, sehingga jagoan cewek dan cowok terpaksa semobil berdua.

[6] Karena sebenarnya yang paling menarik buat saya adalah komitmen para pembuat filem untuk mempertahankan tradisi memakai sari dan berbahasa Hindi.

Saat Duka Menyapa Kita


Tuhan…..
Air apa ini yang membanjiri
Keluar menetes dari berjuta mata
Suara kami terisak
Diantara duka yang kian sesak

Tuhan..
Api apa ini yang membakar
Beratus jasad ditinggal sang nyawa
Bergelimpang, membara terbakar
Sengsara

Tuhan…
Tangis kami terdengar lagi kini
Saat Kuasa-Mu menyapa
Mandala tak punya daya
Terhempas, merampas tawa mereka.

Tuhan…
Kuatkan hati kami
Saat duka kembali menyapa…



Singapore,
Duka ku untuk mereka.
Ket: image dari media Indonesia online

Monday, September 05, 2005

Nge-Blog Semangkin Mudah

Mungkin Pak Presiden Soeharto akan segera memasyrakatkan nge-blog demi mengetahui sarana terbaru dari Blogger ini. Bayangkan sejenak, pak Harto yang sudah fasih mengetik di Microsoft Word setelah membaca link di bawah ini akan segera menyuruh pak Harmoko mengumumkan di TVRI setelah rapat kabinet:

...bahwa karena nge-blog semangkin mudah saja, maka sekolah-sekolah SMP akan segera dilengkapi dengan sarana internet gratis selama jam pelajaran. Hal ini dikarenaken murid-murid SMP perlu berlatih menulis sebanyak-banyaknya dan nge-blog adalah salah satu cara jitu-nya.
Ini dia cara jitu makin gampang nge-blog:

About Blogger for Word
Blogger for Word is a free add-in for Microsoft Word that lets you save a Word document as a post to your Blogger blog with just a few clicks, and without even opening up a browser. Blogger for Word makes it even easier to express yourself online, save your documents to the web, and edit your work both online and off.

Sambungan cerita lengkapnya bisa dibaca di SINI.

Jadi, singkatnya sekarang Blogger menyediakan sarana nge-blog langsung dari Word! Tinggal download INI maka ketak-ketik di Microsoft Word, lalu tekan tombol ajaib yang muncul akibat downloading tadi... VOILA! Artikelnya langsung terangkat ke blog. Asik, kan? Ayo nge-blog!

Katrina...

Hurricane Katrina...
Ternyata ia tak secantik namanya
Bukan begitu mamee?
....
Spore, telah lewat dari tengah malam

Friday, September 02, 2005

Soto Betawi

Suatu hari, saya dapet undangan utk makan siang di tempat bos Hany. Kabarnya beliau mau mempresentasikan soto betawinya yang terkenal itu. Tidak ingin melewatkan kesempatan makan gratis, melesatlah saya bersama junior menuju markas si Bos. Dengan kurang ajarnya, gak bawa apa2. Cuman modal kamera sama bawa bayi yang lagi gak enak badan. Sesampainya di sono, udah ada Nita@Bishan dan Dina@Braddell. Berikut foto bos empunya rumah dengan Nita (yg sedang berusaha menidurkan bayi Noe yang masuk angin)

Sesampainya saya di sono Nita@Bishan lagi belajar ngeblog sama ibu Hany. Berikut fotonya.

Dina@Braddell datang dengan dua anaknya (Erika dan Nadine) bersama asistennya juga. Berikut foto Dina:

Tak lama kemudian datang Ambar bersama bandanna-nya. Berikut foto Ambar (omong2 dinding rumah Hany warnanya asik sekali untuk dipake foto2):

Hanan baru kenal ama Noe udah akur banget. Kayaknya Hanan kepengen punya adek cowok nih...

Tak lama kemudian datanglah Mela dan langsung Noe dilempar2 oleh beliau ini...


Semuanya dengan lahap meni'mati soto betawi buatan bos Hany! Sampe2 Adam-nya Mela pun kecanduan!

Selamat Tinggal ASI


...rasanya
nano nano.. senang
tapi sedihtapi senang...


Rasanya nano-nano. Ada sedihnya tapi banyak senangnya. Langkah pertama menuju kemandirian.

Untuk ibu yang setahun lebih sudah memberi ASI pada bayinya, upacara menyapih adalah saat yang sangat bersejarah. Biasanya setelah ulang pertama, si kecil sudah:



bisa berjalan,
makan makanan padat yang hampir sama menunya dengan seluruh
penghuni rumah kecuali yang terlalu merangsang indera perasa,
ngoceh jelas maupun tersamar maksudnya.



Nah, banyak ibu yang mulai memberi alernatif mengganti ASI untuk mempersiapkan si kecil menghadapi perpisahan dengan dada ibu. Saya sendiri mulai memberi susu botol pada nomer dua di usia ini. Kebetulan nomer dua sudah melihat contoh pelajaran menyusu botol pada nomer satu sehingga tidak ada kesulitan memulai menyusu pada botol. Malah sebenarnya kelihatannya nomer dua tidak sabar mau meniru kebiasaan nomer satu menghisap puting silikon.

Selama 9 bulan ini, setiap hari nomer dua dengan ceria menghabiskan 3 sampai 4 botol berisi masing-masing 180 sampai 200 ml susu Nespray. Saya memilih Nespray karena harganya yang murah dibanding merek lain serta mudah didapat di warung sebelah rumah.

Acara menyusu ASI masih berjalan terus. Sampai kira-kira nomer dua berumur 18 bulan, menyusu ASI berangsur makin berkurang kekerapannya. Kalau biasanya pagi dan siang ASI 3-4 kali, menjadi 1 kali saja. Lalu malam kadang 2-3 kali menjadi sekali saja.

Sekarang nomer dua sudah 21 bulan. Sudah 2 minggu ini menyusunya sudah tidak beraturan sama sekali. Kadang sehari sekali, malam saja menjelang tidur. Kadang 2 hari sekali. Tapi beberapa hari malah minta 2 kali ASI, waktu tidur siang dan tidur malam.

Tampaknya perpisahan itu sudah di depan mata. Saya senang karena tidak harus memakai BH menyusui lagi yang mohon dicatat untuk merek tertentu harganya 3 kali lipat dari harga di Jakarta. Tapi saya juga sedih karena hiksss... dia mulai meninggalkan saya. Tapi saya senang karena dia mulai mandiri, bisa tidur sendiri tanpa harus melalui upacara biasa. Tapi saya sedih karena tidak bisa memandanginya lagi seperti biasa waktu dia menyusu. Tapi saya senang, senang...