Monday, August 22, 2005

Anak-anak: Menikmati Siang yang Sumpek

Adam menikmati sepincuk [jaman sekarang pincuk berwarna putih dan dibikin dari styrofoam pecel lele produksi warung Pak Cik.

Amay niyy, sekaliyan nonton dangdut, sekaligus mimik cucu, hehehe....
Q2 harus puas dengan sekotak Pocky sementara Mommy asik memasarkan nasi Ayam Kalasannya.

Om Daddy sedang asik kasih tau Fathir, fitur-fitur yang ada di Panasonic Lumix miliknya. Sapa tau nanti Fathir juga tertarik pengen punya kamera jenis yang sama.
Qurratayun dan Qiratullah bergandengan mengiringi Daddy yang meminjam kereta untuk keperluan bisnis.
Fathir dengan sepotong krupuk putih yang asik kalau buat pertandingan makan kerupuk gantung.
Algo menikmati siang yang sumpek dengan duduk di stroller dan sepotong biskuit cokelat.

Makanan: Semuanya Menggiurkan!

Ayam Penyet Ria dari Lucky Plaza rupanya juga buka warung di sini! Tempatnya malah pualing dekat dengan pintu masuk utama gedung KBRI.

Saya sempat memergoki Edi Wijaya sang bos sedang mondar-mandir di sekitar warung ISM.

Waktu saya jepret warung Ayam Penyet, keadaannya masih sepi, blum banyak pembeli. Saya yakin 1 jam setelah ini bakalan rusuh dan jualannya laris manis tangjung kimpul.

Ambar Hidayat terpergoki dengan semangkok lontong sayur.

Sang istri langsung menjerit protes demi mengetahui suami tercinta membeli makanan bukan dari warung ISM. Suami tercinta berkelit dengan: Salah sendiri nggak juwal lontong sayur! Wuah, menurut penuturannya rasa lontony sayurnya TOB! Pedesssss.....

Saya langsung kepengen. Lari menuju warung lontong sayurlah, saya. Tapi melihat begitu banyak saingan, jadi ciut nyali saya.

Shafira Amalia Hidayat dengan sepiring ketoprak! Adaawwww... saya langsung terkesima melihat tampilannya. Soalnya mirip sekali dengan ketoprak asli yang biasa saya beli di Depok dulu. Dan rasanya??? Wuuuiiihhh.... sama sekali tidak mengecewakan! Malah sangat nendang!

Eh, kok saya tau? Iya, hihihi... saya 'memaksa' Fira yang hampir 9 tahun itu untuk membagi separo ketopraknya sama saya. Curaaanggg..... Oportunis sejati!

Ini pojok yang saya sebut paling strategis di entry sebelumnya. Pojok milik Pak Cik dari Sekolah Indonesia. Lihat peminat baksonya kan??? HHmmmm.... mendung-mendung begini memang paling asik makan bakso yang panas-panas merangsang.

Konon rasa bakso yang ini jauh lebih asoy timbang yang saya beli dari Pak Cik kalau hari Sabtu saya ke sana. Huh, curang niy, Pak Cik. Hihihi...

Sunday, August 21, 2005

Persiapan: Sebelum Kekacauan Dimulai

Hari Minggu tanggal 21 Agustus 2005, beberapa anggota IndoSing-Mums membulatkan tekat untuk ikut meramaikan pesta dangdut di KBRI Singapura. Peserta pertama ISM datang pada pukul 09.30 dan langsung mengambil tempat di meja yang sudah tersedia atas kemurahan hati mbak Rima [terima kasih banyak mbak Rima dan jeng Wiwie].

Ini adalah salah satu dagangan di meja ISM: pisang molen a la Braddell dengan isi pisang raja yang sudah diperam oleh jeng Mirna sejak hari Kamis malam sehingga pada hari Sabtu malam di mana pisang dibuat, rasanya sudah muanissss sekali. TOB deh.

Nah, kalau ini adalah lele untuk pecelan dari warung Pak Cik yang sehari-harinya berjualan di kantin sekolah. Sekolah Indonesia Singapura, maksud saya. Warung Pak Cik ini terletak di tempat yang sangat strategis, paling cepat dilihat oleh tamu. Persis di dekat gerbang. Jadi tidak heran kalau dalam sekejab sudah banyak peminat bakso dan pecel lele yang mangkal di sana. Dan hanya dalam hitungan menit pecel lelenya sudah amblas, blas... Termasuk salah satu peminatnya adalah saya yang menghabiskan jatah Adam-nya Mela.

Dina datang dengan jualan bajunya. Penuh semangat juang masih dalam rangka 17belasan ini. Sayang Akram dan Shamir ditinggal di rumah dengan Abi.

Lihat kaos putih yang dipakai Dina kan? Ada gambar hasil rancangan Wanti. Berisi semua nick anggota ISM. Asik kan??

Di belakang Dina terlihat Kendy sedang menggeret somay. Kendy juga mengenakan kaos putih bergambar yang sama dengan yang dipakai Dina.

Ini dia persiapan tim penjual somay. Gita tetap mengurus kentang kukus tanpa melepaskan pelukan Fathir. Sementara Kendy juga sibuk mengatur kentang dalam panci kukus.

Di belakang sana kelihatan Dina dan Febi mempersiapkan baju-baju untuk digantung di tempatnya.

Sibuk, sibuk, sibuk... Ini lagi, ada tukang poto keliling yang kerja cuma potrat-potret, potrat-potret! Mbok dibantuin begituh! Hehehe...

Nah, yang ini adalah jeng Wiwie dan ayu Iif yang bertanggung-jawab atas kesuksesan penjualan mi ayam dan pempek serta model [ini nama makanan loh!] Palembang.

Hmmm...... kayaknya asik juga nih. Bisa dimulai acara icip-icip sejenak. Tuakng poto bisa dapet diskon gak yah???